Setiap orang saat mengalami hidung tersumbat akan merasa pusing, demam, lemas, mengganggu aktifitas, dan tentunya mengganggu proses bernapas. Hal ini diakibatkan, struktur pernapasan tubuh bagi keluar masuknya udara secara normal terhambat yang pada akhirnya dikenal dengan hidung tersumbat. Secara naluri, manusia akan berusaha bernapas melalui mulut. Dan proses bernapas melalui mulut ini, menurut dr. Amir Sebayang, Sp.THT, adalah kebutuhan mendesak bagi tubuh.
Beberapa sumber menyatakan bahwa proses bernapas melalui mulut akan berakibat penyimpangan aktifitas otot rongga mulut, hingga mempengaruhi struktur tulang, gigi dan wajah. Sebagai info tambahan, sumbatan pada hidung manusia bukan hanya pada saat Flu, namun juga bawaan lahir yang mengakibatkan mampetnya saluran pernafasan. Kondisi tersumbatnya saluran pernafasan normal, bisa dikenali dari ukuran besar-kecilnya kelenjar Adenoid, yaitu kelenjar yang mirip Amandel atau Tonsil pada mulut. Bila kelenjar adenoid membesar, secara otomatis akan menghambat saluran hidung atau pernapasan. Namun penyumbatan hidung, juga diakibatkan Alergi, Polip, Tumor, serta kondisi kekebalan tubuh.
Mekanisme kerja hidung memang hanya kembang kempis, namun dalam saluran hidung manusia, terdapat banyak pembuluh darah yang berfungsi menyesuaikan keadaan dalam hidung dengan temperatur udara yang dihirup. Misalnya; bila kita berada di daerah dingin maka Klep hidung akan membesar dan tentunya aliran darah menjadi banyak selain udara yang terhirup menjadi hangat, dan sebaliknya. Namun ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah hidung tersumbat.
- Tidak sembarangan membersihkan kotoran di hidung dengan jari
- Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan
- Istirahat yang cukup
- Olahraga yang teratur (Jogging, renang, dan jalan cepat)
- Mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat, atau apabila perlu lakukan diet golongan darah
Selain beberapa yang disebutkan di atas, tidak ada salahnya bila kita memperhatikan kondisi non-fisik, seperti mengurangi stres, banyak bersyukur, berpikir positif, dan rajin melakukan latihan pernapasan. dr. Amir juga mengingatkan pentingnya memeriksakan kesehatan pernafasan ke dokter THT, sehingga dapat dicari penyebab sekaligus solusi yang bisa diambil dalam mengatasi keluhan-keluhan kesehatan saluran pernapasan.





No comments:
Post a Comment